Telah melekat di hatinya cinta pada Nabi Ibrahim, dan dia sangat
mencintainya, Ibrahim adalah pamannya yang telah mengantarkannya kepada iman.
Luth menemani Ibrahim berhijrah dari Mesir menuju Bait Al-Maqdis.
Mereka senantiasa melintasi gurun serta merobek rawa-rawa hingga mereka
sampai di Kota Sodom, dst. Dan penduduk wilayah itu merupakan kaum yang sesat
dan fasik, ingkar dan cabul. Mereka telah menganut ajaran yang sangat jelek dan
berakhlak sangat rendah. Mereka tidak mencegah maksiat serta tidak menghalangi
berbuat dosa. Dosa telah mengelilingi mereka, dan kejelekan-kejelekan menguasai
mereka. Mereka merampok di jalan, brkhianat sesama kawan, serta mendatangkan kemungkaran
di tempat-tempat mereka berkumpul. Jika seorang kawan berjalan kaki melewat
mereka maka mereka menimpuknya dengan batu, melemparinya dengan kotoran, serta
mengejeknya dengan kata-kata yang paling keji.
Sementara kaum dalam kesesatatn yang terus menerus dan dalam kedurhakaan
yang mendalam, mereka telah mengutamakan kesesatan daripada petunjuk, kefanaan
daripada kekalan. Setan telah menghiasi perbuatan-perbuatan mereka serta
memalingkan mereka dari jalan kebenaran. Lalu Allah mengutus Luth a.s. diantara
mereka. Luth memerintahkan mereka pada kebaikan, melarang mereka atas
kemungkaran, menganjurkan mereka dalam kebaikan-kebaikan, dan mengharamkan
mereka dalam kejahatan-kejahatan. “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang
belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?” (Al-A’rof:
80), “Mengapa kamu mendatangi laki-laki dengan syahwat yang bukan kepada
perempuan? Bahkan kamu adalah kaum yang bodoh.” (An-Naml: 55),”Apakah kamu
patut mendatangi laki-laki, merampok di jalan, dan kamu mendatangkan
kemungkaran pada tempat-tempat kamu berkumpul?” (Al-Ankabut: 29).
Luth a.s. tidak mengundang mereka dalam sebuah majelis kecuali pendengaran
mereka tabuh atas dakwahnya, dan memperingati mereka atas buruknya balasan jika
mereka tidak bertaubat dan berhenti. Dari awal dia telah memperingati mereka
atas sunah-sunah Allah, dan menceritakan mereka tentang akibat fatal
orang-orang yang ingkar serta kematian orang-orang yang lalai.
Akan tetapi kaum tersebut telah menanamkan hati-hati mereka dengan cinta
keburukan, kemaksiatan mengalir dalam darah-darah mereka, telinga-telinga
mereka menjadi tuli, mata-mata mereka ditutupi oleh pengelihatan yang kabur,
hati-hati mereka dikepung oleh penguncian, maka
orang yang memberiperingatan pun tidak bisa menghalangi mereka, serta orang
yang memberi kabar gembira pun tidak dapat mengajak mereka pada ketaatan.
“Maka tiada jawaban kaumnya melainkan mereka berkata, “Datangkanlah
kepada kami azab Allah jika engkau termasuk orang-orang yang benar.””
(Al-Ankabut: 29)
Akan tetapi Luth a.s. tidak menyerah, dia bersikap ramah untuk mengajak
mereka dan juga bersosialisasi dengan baik utntuk menarik perhatian mereka. Tidak
ada satu pintu pun untuk memberi kabar gembira kecuali telah ia ketuk, dan
tiada satu gang pun untuk memberi peringatan kecuali telah ia lewati. Dan terus
berlangsung begitu siang dan malam, tiada henti dan bosan.
Kemudian kaum tersebut melihat bahwa cukuplah sudah. Hati-hati mereka telah
sempit dengan dakwah Luth, kesabaran mereka telah hilang atas nasihat dan
kebenaran Luth, mendidih sudah kemarahan mereka. Hati mereka yang dipenuhi oleh
dendam dan diliputi oleh hasad membujuk mereka untuk mengeluarkan Luth dan
orang-orang mukmin yang bersamanya dari desa mereka. Mereka berkata,
“Keluarkanlah keluarga Luth dari negeri kamu, sesungguhnya mereka
adalahorang-orang yang berlaku suci.” (An-Naml: 56)
Ketika Luth a.s. melihat pertentangan dari mereka, serta tekad mereka
berpaling, Luth Menyumpahi mereka agar Allah menurunkan azab yang perih,
menimpakan mereka seburuk-buruk pertaruhan, dan menurunkan atas mereka
siksaan-Nya sebagai pengistirahatan bagi hamba yang baik dan pensucian Negara.
Maka Allah marah atas kemarahannya, murka atas murkanya, mengabulkan doanya,
menyauti permintaannya. Maka Dia mengutus Rasul-Nya yang karim, dan
malaikat-malaikat-Nya yang agung. Maka para malaikat melewati Ibrahim, mereka
member kabar gembira pada Ibrahim dengan anak yang pintar dan kedatangannya
atas perintah yang besar dan bencana yang pedih.
Ibrahim berkata, {Berkata (Ibrahim), “Apakah urusan(kehendak) kamu hai
rang-orang yang diutus?”} {Mereka berkata, “Sesungguhnya kami diutus kepada
kaum yang durhaka(kaum Luth)} {Supaya kami timpakan atas mereka batu dari tanah
yang keras} {Yang diberi tanda pada sisi Tuhan mu untuk (menyiksa) orang-orang
yang melampaui batas} (Ad-Dzariyat: 31-34).{Maka tatkala rasa takut hilang dari
Ibrahim dan berita gembira dating kepadanya, dia membantah(utusan) kami tentang
kaum Luth} {Sesungguhnya Ibrahim benar-benar penyantun lagi pengasih dan suka kembali(kepada
Allah)} (Hud: 74-75). Ibrahim berharap agar kaum Luth masuk islam dan mereka
menghindar dari yang lalu dan keluar dari kesesatan. Masih tersisa kesabaran
dan percikan harapan. Dia takut azab akan menimpa pula orang-orang yang beriman
dan menjawab dakwah Luth.
“Hai Ibrahim hindarkanlah(bantahan) ini, sungguh telah dating ketetapan
Tuhan mu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat
ditolak.” (Hud: 76). Telah diharuskan perintah mereka dan diwajibkan azab
mereka, bebarnya penghancuran mereka, tidak dapat dihindari kebinasaan mereka,
perintah Allah jika dating tak bisa dikembalikan, kemarahan-Nya tak bisa
dipalingkan, dan akan turun rahmat Allah akan turun pada orang-orang mukmin selagi
azab turun pada orang-orang kafir.
Ketika para malaikat berpisah dari Ibrahim a.s. dan datang ke bumi Sodom
untuk menjalani perintah Tuhannya. Mereka memasuki desa dengan menyamar sebagai
dua orang pemuda. Mereka menutupi cahaya matahari dengan cahaya mereka dan
cahaya bulan purnama dengan keindahan mereka. Seorang budak wanita(putri Nabi
Luth) mendatangi mereka dan meminta air untuk keluarganya.Dia takut atas mereka
dari kaumnya, maka dia takut kejahatan kaumnya akan menimpa mereka(malaikat).
Padahal dia tidak mengetahui mereka(malaikat), dia tidak bisa mencegah gangguan
dan menyangkal perlakuan buruk.
Dan ketika kaum tersebut meminta jamuan padanya, dia bersegera menuju
ayahnya dan bertanya padanya. Dia mengabarinya kabar kaum yang berwajah tampan
dan keluhuran rupanya.
Saat itu kaum melarang Luth menerima 2 tamu yang datang pada malam hari,
maka beliau jadi bingung atas mereka(2 tamu), lalu berfikir untuk meminta maaf
pada mereka dan memberitahu hakikat permasalahannya. Tak lama kemudian
sifat-sifat kebaikan Nabi Luth tetap memaksa untuk menerima kedua tamu
tersebut. Lalu dia mengenakan pakaiannya dalam keadaan gelap malam dan
membungkus tubuhnya dengan jubah dan keluar mendatangi mereka dengan berjalan
hati-hati.
Ketika Luth menemui kaumnya, dia mengajak mereka ke tempatnya, mengajak
mereka memasuki rumahnya, dan kebakaran di hatinya serta yang tersembunyi di
hatinya membuat Nabi Luth takut kaumnya tahu bahwa dua tadi ada di rumahnya.
Tapi beliau tidak bisa menolak. Dan ini membuatnya menjadi buruk, “Dan tatkala
datang utusan-utusan(malaikat) kami kepada Luth, dia merasa susah dan sempit
dadanya seraya berkata, “ini adalah hari yang amat sulit”.
Isteri Nabi Luth saat itu menemani kaum dan mendapingi mereka dalam
perjalanan. Tak lama kemudian dia memberi tahu kabar tentang 2 pemuda tersebut
dan menyebarkannya. {Dan datanglah penduduk kota dengan gembira} {Luth berkata,
“Sesungguhnya mereka ini adalah tamuku, maka janganlah kamu member malu
kepadaku”} {Dan takutlah kepada Allah dan janganlah kamu menghinaku} {Mereka
berkata, “dan bukankah kami telah melarangmu dari(menerima) seseorang}
(Al-Hijr: 67-70). Lalu peergi mendatangi rumah Luth a.s dan mendobrak pintunya
untuk bisa masuk dan Nabi Luth melarangnya dan menghalangi masuknya mereka, dan
dia mengusir mereka dan berkata, “Sekiranya aku mempunyai kekuatan mencegah
kamu/ kalau aku dapat berlindung kepada 1 keluarga yang kuat9 niscaya aku
mengusir kamu)” (Hud: 80).
Kemudian dia menginginkan untuk memalingkan mereka ke perkara yang lain,
“Luth berkata, “Mereka anak perempuan(kaum) ku jika kamu hendak menikahinya””
(Al-Hijr: 71). Mereka lebih suci untuk kalian, dan lebih bersih untuk diri-diri
kalian, dan lebih diridhoi Tuhan kalian, dan lebih hina disisi setan-setan
kalian. “Mereka menjawab, “Sungguh engkau telah mengetahui bahwa kami tidak
mempunyai keinginan terhadap anak-anak perempuan dan sesungguhnya engkau
mengetahui apa yang kami inginkan”” (Hud: 79).
Ketika kaum dalam kesesatan mereka, mereka membuat pagar-pagar rumah. Mereka
tidak peduli atas kesungguhan Luth dan musyawarahnya. Luth telah mengalami
kesulitan dan keletihan yang beliau alami, dan tkesedihan telah menimpanya,
yang mana kesedihan itu mampu menghancurkan gunung-gunung. Lalu malaikat
mengatakan padanya, “Wahai Luth, sesungguhnya kita adalah pilarmu yang kuat.
Dan akan datang kepada mereka azab yang tidak mungkin ditolak, dan sesungguhnya
kita adalah utusan Tuhan mu. Mereka tidak akan bisa sampai pada kita. Maka
pergilah kamu dengan keluargamu di malam hari.
Lalu mereka memerintahkannya membuka pintu, maka dia membukanya. Lalu
Jibril a.s. meminta izin kepada Allah untuk menyiksa mereka, maka Allah
mengizinkannya. Lalu Jibril mengibaskan kedua sayapnya dan hancurlah mereka,
lalu menutupi mata-mata mereka hingga mengambil pengelihatan mereka. “Dan
sungguh mereka membujuk Luth untuk membiarkan tamunya(malaikat), lalu kami
butakan mata mereka” (Al-Qomar: 37). Maka mereka jadi tidak mengetahui jalan,
dan tidak mengetahui jalan yang bena. Kemudian mereka lari ketakutan seraya
berteriak, “Keselamatan…Keselamatan…”.
Ketika Luth mengetahui bahwa malaikat telah menghancurkan kaumnya, dia
putus asa atas keimanan mereka, dan merasa letih dari penolakan mereka lalu
berkata, “seandainya kalian menghancurkan mereka sekarang”, maka malaikat
menjawab, “Sesungguhnya waktu yang telah disiapkan untuk mereka ialah subuh,
Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hud: 81).
Ketika datang malam, Nabi Luth pergi bersama keluarganya meninggalkan
kaum di permulaan malam. Dan ketika datang pagi hari, Malaikat Jibril
memasukkan sayapnya di bawah desa itu lalu menggulingkannya dan menjadikan yang
ada di atas menjadi di bawah, kemudian menghancurkan mereka dengan azab langit.
{Dan kami hujani dengan batu berapi bertubi-tubi} {Yang diberi tanda dari sisi
Tuhan mu dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang zalim} (Hud: 82-83).
No comments:
Post a Comment